Selasa, 06 November 2012

PUISI

ayah
 
disetiap tetesan air mata
dekapan angan berhayal jauh
tak mampu sekalipun mencoba
hanya batin yang mampu meintih
ayah. . .
saat kau pergi
pilu hati ini
membendung tepisan tangis
hanya doa. . .
doa yang ku antar untukmu
ketika dawai berdenting melodi
teringat semasa bersamamu
bernyanyi riang dengan pekatnya harap
beradu lelah ketika kau bertahta
ayah. . .
luka saat ku harus berpisah
bernyanyi naungan sepi
tanpa dirimu lagi
selalu teringat dalam hatiku
satu pinta ayah dalam memori
tegarkan hatimu 



pergi 

pilu ketika kau pergi dariku
sakit terasa lepas jauh darimu
dulu ketika kau hadir
sungguh indah seperti syair

ketika kau terlepas dari tanganku
kini ku sedih
sakit terpisah
dari orang yang aku sayang

ku ingin kau selalu di sisiku
dengan senyum manismu
dengan cinta tulusmu
dengan sejuta kasih sayangmu

tak ada senyum
tak ada warna
tak ada cinta
dan tak ada sinar kasih sayang

kini kau pergi dariku
kini aku sendiri
hidupku tak ceria lagi
cintaku tak seindah dulu



sahabat

satu kata tlah ku temukan
satu warna tlah ku inginkan
satu cinta tlah ku impikan 
satu orang tlah ku dapatkan

dulu ku tak mengenal
apa itu sahabat
kini aku berhayal
berharap itu tepat

kau ada saat ku butuh
kau hadir saat ku peluh
ku hanyut dalam kebahagiaan
di sela-sela persahabatan

saat peluh membasahiku
kau datang menghapusnya
saat aku merindu
kau hapus segala rasa

sahabat. . . .
tiada yang lain di dunia ini
hanya satu yang berarti
jika kita saling menemani & mengisi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar